Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2019

Wisata Gunung Luhur Akan Ditata Ulang Pemkab Lebak

Daya tarik yang ditawarkan saat berwisata ke Gunung Luhur Negeri Di Atas Awan

Cibeber – Wisata Gunung Luhur yang dijuluki Negeri Di Atas Awan, akhir-akhir ini sedang viral karena keindahan awan di pagi hari yang bisa disaksikan langsung oleh para wisatawan. Namun tidak jarang para wisatawan mengeluhkan debu yang cukup tebal akibat dampak pembangunan jalan sebagai akses menuju wisata tersebut.

Melihat antusiasme masyarakat lokal maupun dari luar Kabupaten Lebak terhadap keindahan pesona Wisata Gunung Luhur, membuat Pemerintah Kabupaten Lebak hingga Polres Kabupaten Lebak mengirimkan timnya masing-masing untuk meninjau langsung kondisi disana. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pariwisata (Dinpar) beserta tenaga ahli Bupati Lebak langsung melakukan survei untuk melihat potensi dan permasalahan yang terdapat di Wisata Gunung Luhur sembari melakukan pemetaan potensi pengembangan Ekowisata di Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek. Dari hasil assessment oleh para tenaga ahli, bahwa Wisata Gunung Luhur ini harus dilakukan re-management baik dari pengelolaan pariwisatanya hingga kesiapan sumber daya manusianya. Bahkan, menurut salah satu tenaga ahli, Muhammad Nurdin Razak, untuk mencegah terjadinya permasalahan yang lebih besar salah satunya bencana longsor, maka Wisata Gunung Luhur ini harus ditutup sementara. “Konsep Wisata Gunung Luhur ini harus diubah, bukan lagi mass tourism namun menjadi ecotourism sebab Lebak harus mengusung konsep besar pariwisata yaitu sustainable tourism.” ungkap Nurdin yang juga seorang Indonesia Ecotourism Expert. Pihak kepolisian Kabupaten Lebak juga melakukan pengecekan langsung ke Wisata Gunung Luhur namun lebih difokuskan terhadap jalur wisatanya.

Untuk menindaklanjuti hasil assessment di lapangan, Polres Kabupaten Lebak menginisiasi Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Tentang Wisata Negeri Di Atas Awan Gunung Luhur. Dalam rapat tersebut hadir beberapa stakeholder terkait diantaranya perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak serta perwakilan dari Polres Kabupaten Lebak. Berdasarkan hasil rapat tersebut, diputuskan bahwa Wisata Gunung Luhur yang tengah viral akhirnya ditutup sementara. Hal tersebut dilakukan dalam rangka perbaikan jalan dan fasilitas penunjang di kawasan tersebut. Selain itu, penutupan tersebut juga dilakukan sembari Pemerintah Kabupaten Lebak menyusun lanskap dan penataan ekowisata serta proses penandatanganan MoU dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Adapun keputusan penutupan ini hingga waktu yang belum ditentukan.

Minggu, 16 Juni 2019

Eksotisme Pantai Klayar Andalan Pariwisata Kabupaten Pacitan

Pesona Wisata Pantai Klayar, Foto: Yogan Daru Prabowo

Pulau Jawa bagian selatan tak dipungkiri menyimpan banyak keindahan alam yang dapat dinikmati banyak orang, salah satunya yaitu wisata bahari. Kabupaten Pacitan adalah salah satu daerah yang berada di selatan Pulau Jawa tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Daerah yang dijuluki kota 1001 goa ini, juga memiliki wisata lain selain goa yang tak kalah indah yaitu pantainya. Salah satu wisata pantai yang menjadi andalan pariwisata di Kabupaten Pacitan bernama Pantai Klayar.

Pantai yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo ini, masih menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendatangkan wisatawan. Tercatat selama tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Klayar sebanyak 1,7 juta wisatawan. Hal tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Endang Surjari, saat berbincang Suara Pacitan FM, dikutip dari Pacitanku.com. Tingginya jumlah kunjungan disinyalir sebagai dampak pembangunan fasilitas yang terus bertambah dan juga peningkatan aksesibilitas yang terus digenjot oleh pemerintah.

Wisata yang berjarak sekitar 22 km dari Alun-Alun Kabupaten Pacitan ini memiliki beragam keunikan yang ditawarkan. Keunikan dari Pantai Klayar adalah adanya batu karang besar yang membelah bibir pantai, sehingga jika ombak sedang pasang, sela-sela batu karang akan menciptakan air mancur yang indah. Selain itu, Pantai Klayar memiliki saluran air tawar yang berasal dari sungai sisi pantai dan langsung mengalir ke laut. Namun sangat disayangkan bila berkunjung ke pantai ini, tidak diperbolehkan untuk berenang dikarenakan ombaknya yang cukup besar khas pantai selatan dan juga permukaan bibir pantai yang tidak rata alias berkarang. Jadi saat berkunjung ke pantai ini, kita hanya dapat menikmati pesona kecantikan Pantai Klayar dari pinggir pantai dan sesekali bisa ber-selfie dengan latar deburan ombak besar khas pantai selatan.yang menabrak batu karang. 

Sabtu, 08 Juni 2019

Misteri di Balik Keindahan Goa Gong

Pesona Wisata Goa Gong dari Kedalaman, Foto: Yogan Daru Prabowo

Kabupaten Pacitan adalah sebuah daerah yang terletak di sisi barat Provinsi Jawa Timur dan dijuluki Kota 1001 Goa. Hal tersebut dikarenakan wilayah kabupaten ini hampir 80% terdiri dari pegunungan bukit kars atau bukit kapur. Sehingga banyak celah serta lobang dalam tekstur tanahnya dan bahkan ciri khas dari pegunungan kars lainnya antara lain adanya sungai bawah tanah yang tersebar di seluruh wilayahnya. Sungai bawah tanah ini disebut juga sebagai luweng atau goa yang memanjang. Dari sekian banyak goa, terdapat salah satu goa yang unik nan indah bernama Goa Gong. Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung. Goa Gong memiliki kedalaman sekitar 256 meter yang menawarkan keindahan stalaktit dan stalakmit yang sudah berusia hingga ratusan tahun. Goa ini muncul sebagai akibat aktivitas vulkanik dan juga gerakan termik yang berlangsung selama ribuan tahun silam. 

Aksesibilitas menuju Goa Gong hingga ketersediaan sarana prasarana penunjang sudah sangat baik. Jarak dari pusat kota sekitar 22 km atau kurang lebih 1 (satu) jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Harga tiket masuknya pun terjangkau, dengan mengeluarkan Rp 5.000,- per orang, pengunjung dapat bebas menjelajahi keindahan seisi Goa Gong. Jika ingin menyewa alat penerangan untuk menjelajahi goa, terdapat penyewaan senter dengan biaya Rp 5.000,-. Ataupun untuk menyewa tour guide jika perlu, maka biaya jasa dikenakan Rp 30.000,-. Fasilitas di dalam goa pun sudah sangat baik dengan tersedianya jalur berupa tangga-tangga untuk mempermudah mobilisasi pengunjung dan juga ditambahkannya lampu-lampu warna-warni yang semakin memperindah pemandangan di dalam Goa Gong. Terdapat juga penjual makanan dan minuman serta toko cinderamata di area Goa Gong tepatnya setelah keluar dari goa sebagai fasilitas penunjang pariwisata.

atu hal yang menjadi misteri dan bahan pertanyaan bagi para pengunjung yaitu mengapa dinamakan Goa Gong. Berdasarkan kisah warga setempat, seringkali terdengar suara gema tabuhan seperti halnya suara gong yang asalnya dari dalam goa. Suara gong di dalam goa tersebut adalah hasil dari pantulan suara tetesan air dalam goa yang menimpa batu stalaktit dan stalakmit yang ada di goa tersebut. Namun setelah ditelusuri ke dalam, juga terdapat salah satu stalaktit yang ketika dipukul akan berbunyi layaknya sebuah gong. Sehingga memang layak goa tersebut dinamakan Goa Gong berdasarkan kisah sejarah maupun keadaan yang ada saat ini. Gong itu sendiri merupakan salah satu alat musik dalam kesenian Gamelan Jawa. 

Selasa, 14 Mei 2019

Pantai Sawarna, Surga Tersembunyi di Banten Selatan


Pesona Pantai Sawarna Tampak Atas, Foto: Septian Deni Saputro

Lebak adalah sebuah kabupaten yang memiliki banyak keindahan alam yang luar biasa dan berpotensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Khususnya di wilayah selatan, banyak sekali pantai-pantai nan indah yang dapat dipertimbangkan untuk menjadi tujuan berlibur. Dari sekian banyak pantai yang ada, terdapat salah satu pantai yang memiliki keindahan luar biasa yaitu Pantai Sawarna. Apalagi dengan gencarnya pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, semakin meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi-destinasi wisata yang ada, salah satunya Pantai Sawarna itu sendiri. 

Pantai Sawarna merupakan salah satu dari 174 destinasi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak. Wisata alam ini masuk dalam destinasi unggulan atau six fantastix yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Lebak. Bahkan pantai yang berada di selatan Banten ini menjadi objek wisata potensial yang akan didorong menjadi unggulan nasional bersama dengan wisata budaya Baduy. Hal ini didasarkan pada objek wisata di Kabupaten Lebak yang memiliki pengunjung terbanyak tiap tahunnya yaitu Pantai Sawarna dengan jumlah 296.631 jiwa pada tahun 2017 (BPS Kabupaten Lebak, 2018).

Berdasarkan visi misi Bupati Lebak yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2019-2024, Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal. Maka bukan tidak mungkin, Pantai Sawarna yang sudah sebegitu indah akan sangat lebih indah lagi dan layak dikunjungi dari yang ada saat ini. Dapat terlihat berbagai prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata sudah mulai berdiri kokoh dan bisa digunakan oleh para pengunjung. Mulai dari akses menuju Pantai Sawarna hingga di dalam Pantai Sawarna itu sendiri. Meskipun memang belum menyeluruh, namun sudah terlihat bentuk keseriusan pemerintah dalam membenahi Pantai Sawarna menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing serta layak dikunjungi.

Meskipun memang masih perlu beberapa hal yang harus dibenahi dalam konsep besar pengembangan pariwisata Pantai Sawarna. Salah satunya penyediaan angkutan jalan sembari menerapkan konsep park and ride berpeluang untuk diterapkan, melihat kondisi geografis dan kondisi saat ini. Pembangunan sarana prasarana dasar maupun pariwisata juga harus segera dikebut agar segala kebutuhan pengunjung dapat terakomodir. Tak lupa juga peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dari sektor usaha maupun keterlibatan dalam pengelolaan wisatanya. Mau tidak mau, masyarakat harus siap menjadi masyarakat sadar wisata yang bisa menerapkan sapta pesona agar para pengunjung merasa aman dan nyaman serta indeks kepuasan terhadap pengunjung nantinya mendapatkan nilai yang baik. Hal tersebut jika telah terealisasi, bukan tidak mungkin pembangunan ekonomi daerah dapat terwujud dan juga berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat.