Kamis, 16 Januari 2020

Kompas Bumandhala Berhasil Mencapai Puncak Gunung Prau

Foto berlatar Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Puncak Gunung Prau, 2565 mdpl, Minggu (22/12/2019)

Mungkin bagi kebanyakan orang khususnya yang sudah sering mendaki gunung adalah hal yang biasa ketika mendengar orang mampu mencapai puncak Gunung Prau. Tapi bagi kami ini adalah salah satu pengalaman yang luar biasa. Salah satu alasan yang pasti dikarenakan hampir semua yang ikut mendaki ke puncak Gunung Prau adalah hal pertama bagi mereka dalam hal mendaki gunung. Namun rasa penasaran dan hobi jalan-jalan untuk menikmati keindahan alam di negeri tercinta inilah yang membuat kita semua bertekad untuk mampu menggapai puncak Gunung Prau.

Ungkapan "Hasil Tak Akan Pernah Mengkhianati Proses" berhasil kami buktikan dan rasakan sendiri. Di saat baru menuju pos 1 hujan deras sudah mulai turun hingga hujan semakin lebat disertai badai menerjang kami saat menuju pos 2, dan selanjutnya menuju pos 3 trek sangat licin, lalu pos 3 hingga ke puncak trek semakin curam dan perlu tenaga ekstra untuk melaluinya. Dan pada akhirnya beberapa meter menuju puncak kami berhasil mendapat view sunset yang membuat kami bersyukur atas keagungan ciptaan Allah SWT. Bahkan esok paginya kami disuguhi keindahan sunrise beserta view gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Merapi dalam satu momen. Pengalaman yang luar biasa.

Terima kasih ya Allah atas segala nikmat sehat, rezeki, dan karunia-Mu hingga kami berhasil sampai ke Puncak Gunung Prau dan kembali ke Tangerang dengan selamat dan dalam keadaan sehat tanpa kekurangan satu pun. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat, dari pentingnya komunikasi, kerja sama, saling mengingatkan dan menguatkan hingga meredam egoisme demi satu tujuan. Ditunggu perjalanan berikutnya guna mengeksplor indahnya negeri kita tercinta ini bersama Kompas Bumandhala.

Kolaborasi PI2B ITI dengan Bappeda Kabupaten Lebak dalam Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Lebak 2019

Kolaborasi Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Institut Teknologi Indonesia (PI2B ITI) dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak dalam salah satu rangkaian acara kegiatan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Lebak 2019.

Alhamdulillah disela-sela penjurian inovasi daerah, menyempatkan berbincang dengan Ibu Aniek dari PI2B ITI yang menjadi salah satu juri. Saya bercerita nostalgia ketika masih berkuliah di ITI dan juga ketika berorganisasi di dalamnya hingga pamer sedikit bahwa saya pernah masuk dalam 10 besar Workshop Technopreneurship 2016 yang diselenggarakan Puspiptek melalui inovasi yang dibuat oleh tim dari kawan-kawan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITI. Sedangkan beliau menceritakan tentang kondisi kampus saat ini hingga keseriusan PI2B ITI dalam mengembangkan minat mahasiswa khususnya untuk berinovasi dalam bidang ekonomi kreatif melalui teknologi terbarukan.

Bahkan dari perbincangan saya dengan beliau, ternyata ada kabar yang cukup menggembirakan bahwa ITI tengah mempersiapkan untuk membuka Strata II (S-2) dengan 3 prodi salah satunya terkait visi kampus yaitu Technology Based Entrepreneur University. Tidak hanya itu, persiapan ITI untuk menjadi PTN sudah sampai persetujuan presiden, tinggal beberapa tahap lagi untuk mewujudkan impian Alm. BJ. Habibie agar ITI bisa menjadi PTN yang menghasilkan teknokrat-teknokrat terbaik untuk bangsa.

Saya sangat berharap akan ada kolaborasi kembali dengan Institut Teknologi Indonesia khususnya dalam perencanaan pembangunan dikarenakan kampus ini satu-satunya yang memiliki program studi PWK di Banten. Apalagi mendengar kabar dari dosen pembimbing saya dahulu bahwa jurusan PWK ITI sudah membuka mata kuliah khusus pariwisata. Tentu sangat sesuai sekali dengan visi Bupati saat ini yaitu Lebak sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal. Semoga.